Kisah Pria-Pria China yang Ditipu Pengantin Palsu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pria China berusia 37 tahun, Wang Zhuang, menjadi korban penipuan biro jodoh "pernikahan kilat" di Guiyang, Provinsi Guizhou. Wang membayar lebih dari 300.000 yuan (Rp792 juta) hingga total 500.000 yuan (Rp1,3 miliar) termasuk pesta pernikahan, setelah hanya bertemu calon istri beberapa kali dalam waktu singkat. Istri yang diklaim belum menikah, tanpa anak, dan miskin ternyata mantan pemandu karaoke yang sudah menikah tiga kali, punya tiga anak, menderita penyakit menular seksual, dan terhutang besar. Biro jodoh tersebut menghilang setelah Wang mengetahui kebenaran. Kasus Wang mencerminkan krisis demografi China: kebijakan satu anak (1979-2015) plus preferensi anak laki-laki menciptakan kelebihan 30 juta pria dibanding wanita. Ketimpangan ini memicu praktik "uang mahar" tinggi dan maraknya biro jodoh palsu yang menargetkan pria di daerah pedesaan/kota kecil. Jan 2024-Mar 2025, jaksa China menangani 1.546 tersangka kejahatan industri perjodohan. Lima otoritas baru meluncurkan penindakan nasional. Korban lain, Xu Rulin (59), kehilangan hampir 500.000 yuan untuk menikahkan putranya; pengantin kabur dalam dua minggu. Biro jodoh mengakui tidak ada pemeriksaan latar belakang formal, hanya mengandalkan "mak comblang" lokal.
Bagikan
Berita terkait
Taktik China Menantang Dominasi Amerika
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 15.21
Beijing Kerahkan Robot Petugas untuk Kebersihan hingga Patroli Keamanan di Tengah Suhu Tinggi
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 15.00
Starbright China Bangun Proyek Rp 1,25 T di IKN, 100 Apartemen Sudah Dipesan
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 13.35
Kereta Maglev China Pecahkan Rekor Dunia, Akselerasi 0-800 km/jam hanya dalam 5,3 Detik
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 21.21