KKI Telusuri Kasus Nakes yang Diduga Beri Komentar Nirempati ke Pasien BPJS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) menelusuri kasus viral dugaan perundungan dan komentar tidak empati oleh oknum tenaga medis dan nakes terhadap pasien BPJS Kesehatan yang mengeluhkan tidak mendapat kamar selama delapan jam. Pimpinan KKI, dr. Muhammad Syahril, menyampaikan hal ini dalam konferensi pers di Kantor KKI, Jakarta, Kamis (6/8/2026). KKI berkoordinasi dengan organisasi profesi terkait untuk mengusut tuntas peristiwa yang dinilai mencoreng dunia medis. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindaklanjuti sesuai peraturan perundangan. KKI juga melibatkan institusi pendidikan, fasilitas kesehatan, dan pemerintah daerah tempat oknum bersangkutan belajar dan berpraktik untuk pembinaan komprehensif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 7 Agustus 2026 pukul 15.53
Nakes Hina Pengguna BPJS, Komisi IX: Pasien Butuh Pertolongan, Bukan Perundungan
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 14.56
Rekomendasi RSA UGM ke Nakes Cibir Pasien BPJS: Sanksi Berat
CNN Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.16
Kasus Dokter Cibir Pasien, UGM Dampingi Keluarga Pasien BPJS Meninggal
Berita terkait
KKI Diluncurkan BI, Mensesneg Sebut Bisa Jadi Upaya Dorong Kredit Murah
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 19.02
Menkes Minta Masyarakat Tak Khawatir, Iuran BPJS Kesehatan Tidak Naik pada 2027
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.00
Ada Rencana Skema Baru, Menkes Buka Suara soal Tarif BPJS Kesehatan
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 12.20
Iuran BPJS Kesehatan Dipastikan Tidak Naik Tahun Depan meski Dijepit Defisit
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 14.27