Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump Usul Diubah Jadi 'Selat Trump'

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan mengganti nama Selat Hormuz menjadi 'Selat Trump' melalui akun media sosialnya Truth Social pada 2 September 2026. Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh AS dan bermeneriakan bahwa selat itu akan menjadi lebih 'panas' setelah diganti namanya. Usulan ini muncul di tengah ketegangan militer yang meningkat antara AS dan Iran di wilayah Selat Hormuz.

Trump sebelumnya juga pernah mengklaim kendali AS atas Selat Hormuz dan bahkan mengunggah peta yang menandai wilayah tersebut sebagai 'New U.S. Territory' pada Agustus 2026. Ia juga menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih berlaku dan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka setelah ranjau-ranjau laut berhasil disingkirkan atau diledakkan.

Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, serta menjadi jalur kritis untuk perdagangan energi global. Ketegangan antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir semakin memicu kekhawatiran akan gangguan pada aktivitas pelayaran dan pengiriman minyak melalui selat ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait