Klaim AS Kendalikan Selat Hormuz, Trump Usul Diubah Jadi 'Selat Trump'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan mengganti nama Selat Hormuz menjadi 'Selat Trump' melalui akun media sosialnya Truth Social pada 2 September 2026. Dalam unggahannya, Trump mengklaim bahwa Selat Hormuz kini berada di bawah kendali penuh AS dan bermeneriakan bahwa selat itu akan menjadi lebih 'panas' setelah diganti namanya. Usulan ini muncul di tengah ketegangan militer yang meningkat antara AS dan Iran di wilayah Selat Hormuz.
Trump sebelumnya juga pernah mengklaim kendali AS atas Selat Hormuz dan bahkan mengunggah peta yang menandai wilayah tersebut sebagai 'New U.S. Territory' pada Agustus 2026. Ia juga menyatakan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap Iran masih berlaku dan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka setelah ranjau-ranjau laut berhasil disingkirkan atau diledakkan.
Selat Hormuz merupakan jalur laut strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman, serta menjadi jalur kritis untuk perdagangan energi global. Ketegangan antara AS dan Iran dalam beberapa hari terakhir semakin memicu kekhawatiran akan gangguan pada aktivitas pelayaran dan pengiriman minyak melalui selat ini.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 21.01
Serangan Balasan Iran Tunjukkan Kesiapan Hadapi Eskalasi Perang
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 20.15
Iran Lancarkan Serangan Balasan, Sasar Pangkalan AS di Kawasan
VOI · 2 September 2026 pukul 09.30
US CENTCOM Klaim Rampungkan Serangan Terhadap Radar hingga Penebar Ranjau IRGC Iran
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 09.03
AS Kembali Serang Iran, Trump Klaim Hampir Sepenuhnya Kuasai Selat Hormuz
Berita terkait
Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 20.48
Iran Balas AS, Luncurkan Rudal hingga Gempur Kapal di Selat Hormuz
Detik.com · 31 Agustus 2026 pukul 10.01
Presiden Trump Sebut Ranjau di Selat Hormuz Telah Dibersihkan
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 10.00
Donald Trump Sesumbar Lagi, Tuduh Iran Sedang "Runtuh Total"
VOI · 24 Agustus 2026 pukul 23.00