Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Seruan Iran Agar AS Terima Kenyataan Kalah Perang

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mendesak Amerika Serikat untuk mengakui kekalahan strategis dalam konflik kedua negara. Pernyataan ini merespons klaim Presiden Donald Trump yang berencana menjadikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS dan menerapkan blokade total. Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Teheran dan penutupan jalur energi vital tersebut akan terus berlanjut.

Di tengah eskalasi konflik, Donald Trump juga menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk mengganti sistem peluncur pesawat elektromagnetik dengan teknologi uap konvensional pada kapal induk masa depan, seperti USS Doris Miller. Langkah perombakan industri maritim ini dinilai akan menelan biaya miliaran dolar dan memicu perdebatan mengenai efisiensi operasional militer AS.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan belum ada keputusan resmi untuk melanjutkan perundingan damai dengan Washington. Araghchi membantah isu perpanjangan gencatan senjata 60 hari berdasarkan Memorandum Islamabad karena AS dinilai telah melanggar kesepakatan, meskipun pertukaran pesan melalui mediator Qatar dan Pakistan tetap berlangsung.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait