Komisi IV DPR Desak Penanganan Karhutla di Kalimantan Jadi Prioritas Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Alex Indra Lukman meminta pemerintah mengangkat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan menjadi prioritas nasional. Menurutnya, kondisi saat ini mirip dengan krisis kebakaran tahun 1997-1998 yang menyebabkan lebih dari 9 juta hektare lahan terbakar di Kalimantan. Pada 19 Agustus 2026, BNPB mencatat 1.487 titik panas di seluruh Kalimantan, dengan Kalimantan Tengah sebagai episentrum tertinggi dengan 315 titik panas. Akibatnya, kualitas udara di Palangka Raya mencapai AQI 487 (berbahaya) dan visibilitas turun hingga 1,4 kilometer. Kabupaten Kotawaringin Barat memperpanjang status tanggap darurat hingga 4 September 2026 setelah karhutla menghanguskan 859,49 hektare lahan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 18.50
Akibat Karhutla di Kalimantan, BNPB Minta Warga Kalteng dan Kalbar Pakai Masker
VOI · 22 Agustus 2026 pukul 18.45
Karhutla Makin Parah, Ketua DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Pelindungan Masyarakat
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 06.45
BNPB Catat 1.842 Titik Api Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalimantan
JPNN.com · 22 Agustus 2026 pukul 00.23
Karhutla di Kalimantan Makin Parah, Puan: Harus Segera Diatasi
Berita terkait
'Normal dari Mananya?' Warga Kaltim Respons Pernyataan BNPB soal Asap Karhutla
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 12.30
209 Hektare Titik Karhutla di Kalimantan Masih Belum Padam, Ini Kendalanya
Detik.com · 22 September 2026 pukul 18.01
BNPB: Ribuan Hektare Lahan Masih Terbakar di Sejumlah Wilayah Kalimantan, Termasuk Ada yang Mengancam IKN
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 19.40
Karhutla 72 Ribu Hektare, BNPB Sebut 939 Hektare Masih Terbakar
VOI · 7 September 2026 pukul 17.20