Komisi VII Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pemerintah memperkuat pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional. Pengembangan ini bertujuan mendukung dekarbonisasi sektor transportasi serta meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi, hanya emisi gas rumah kaca dari proses produksi komponen dan listrik. Chusnunia meminta dukungan kebijakan untuk mempercepat ekrosistem kendaraan listrik, termasuk kemudahan produksi massal dan kepastian bagi pelaku industri. Data menunjukkan pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang, dengan pertumbuhan penjualan semester I-2026 yang menandakan elektofikasi mulai mengambil porsi besar pasar otomotif. Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di fasilitas produksi ALVA Cikarang. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik mencapai 468.231 unit, dengan roda dua menjadi kelompok terbesar (242.909 unit) dan roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 21.21
PLN Targetkan 100 Persen Kendaraan Operasional Listrik pada Akhir 2026
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 16.06
Aismoli: Belum Ada Koordinasi Pemerintah Soal Insentif Motor Listrik
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.03
BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik buat Tambah Pasokan
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.45
Video: Peta Bisnis Nindya Karya Kebut Proyek Bendungan, Jalan-Jembatan
Berita terkait
Uji Coba Kedua Bayar Tol Tanpa Berhenti Dipercepat
Liputan6.com · 27 September 2026 pukul 20.27
Video: Moeldoko Ungkap Urgensi Insentif Truk Logistik dan Bus Listrik
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 17.00
Waskita Karya Masih Andalkan Proyek Pemerintah, Kontrak Baru Tembus Rp5,6 Triliun
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 16.30
Ini Fungsi Penting Ada Balai Pengelolaan Dana Pengembangan Jalan Tol
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 21.30