Komisi VII Dorong Penguatan Industri Kendaraan Listrik Nasional
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia mendorong pemerintah memperkuat pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) nasional. Pengembangan ini bertujuan mendukung dekarbonisasi sektor transportasi serta meningkatkan nilai tambah ekonomi dalam negeri. Kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang saat beroperasi, hanya emisi gas rumah kaca dari proses produksi komponen dan listrik. Chusnunia meminta dukungan kebijakan untuk mempercepat ekrosistem kendaraan listrik, termasuk kemudahan produksi massal dan kepastian bagi pelaku industri. Data menunjukkan pasar kendaraan listrik di Indonesia semakin berkembang, dengan pertumbuhan penjualan semester I-2026 yang menandakan elektofikasi mulai mengambil porsi besar pasar otomotif. Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) di fasilitas produksi ALVA Cikarang. Hingga April 2026, populasi kendaraan listrik mencapai 468.231 unit, dengan roda dua menjadi kelompok terbesar (242.909 unit) dan roda empat penumpang sebanyak 223.100 unit.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 13.03
BUMN Bahan Peledak Kembali Operasikan Pabrik buat Tambah Pasokan
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.45
Video: Peta Bisnis Nindya Karya Kebut Proyek Bendungan, Jalan-Jembatan
JawaPos · 19 Agustus 2026 pukul 15.15
Bencana Alam NTT: AHY Tegaskan Evakuasi dan Buka Akses Jalan jadi Prioritas Utama!
ANTARA News · 19 Agustus 2026 pukul 14.57
Pemerintah prioritaskan pemulihan infrastruktur pascagempa NTT
Berita terkait
DP 0% Motor Listrik, APPI Bongkar Tantangan Besar di Lapangan
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 18.25
Jawa Barat Bakal Jadi Pusat Industri Kendaraan Listrik Nasional
Warta Ekonomi · 15 Agustus 2026 pukul 14.29
Pemerintah Bakal Tertibkan Pembangunan Kopdes di Gunung
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 09.10
Indonesia Dapat Keuntungan Berlapis Bila Memproduksi Sendiri Kendaraan Listrik Nasional
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 22.35