Komisi X DPR Ungkap 400 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Usul Sekolah Darurat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani menyampaikan bahwa sekitar 400 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdampak gempa bumi. Data ini diterima dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Daerah. Komisi X masih melakukan pendataan untuk mengklasifikasikan tingkat kerusakan, yaitu rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan. Gempa tersebut juga memberi dampak pada sebagian wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya di Kabupaten Bima dan Kota Bima. Lalu meminta pemerintah melakukan inventarisasi kerusakan sekolah agar dapat merencanakan langkah-langkah penanggulangan yang tepat. Untuk mengatasi gangguan pendidikan, ia mendorong pemerintah untuk mengadakan sekolah darurat jika diperlukan. Jumlah sekolah darurat akan disesuaikan dengan kondisi sekolah yang terdampak. Jika sekolah yang ada masih layup, pembelajaran dapat dilanjutkan di lokasi tersebut. Namun, Lalu tetap menyarankan penggunaan sekolah darurat sementara, baik berupa tenda atau di sekolah yang tidak terdampak gempa. Pendataan dan evaluasi masih berlangsung mengingat dampak gempa terus berkembang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.57
Komisi X Sebut Total Sekolah Terdampak Gempa di NTT Capai 400
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 19.25
Kemendikdasmen: 1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pembelajaran 116.328 Murid Terganggu
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 18.04
1.378 Sekolah Terdampak Gempa NTT, Pemerintah Siapkan Kelas Darurat
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.25
Pemerintah Didesak Segera Bangun Sekolah Darurat untuk Siswa Terdampak Gempa NTT
Berita terkait
185 Ribu Warga Masih Mengungsi Akibat Gempa NTT
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 07.58
Komisi X DPR Mutakhirkan Data Sekolah Rusak Pascagempa NTT 7,7 M
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 20.13
Gempa NTT, 1.378 Sekolah Terdampak dan 38 Ribu Warga Sekolah Mengungsi
VOI · 21 Agustus 2026 pukul 13.45
BNPB Percepat Bantuan Rumah Rusak dan Huntara untuk Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 03.00