Kondisi Galangan Kapal RI: Order Kapal Batu Bara Sepi, Pindah ke Migas
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Industri galangan kapal Indonesia mengalami penurunan pesanan pembangunan kapal baru akibat lemahnya permintaan sektor pertambangan, khususnya kapal tug and barge yang selama ini mendukung impor batu bara. Pada 2026, porsi pembangunan kapal baru menurun menjadi 40% dari total pekerjaan, sementara 60% telah selesai dikirim. Aktivitas pemeliharaan kapal menjadi penopang utama dengan rasio sekitar 70-30 dibandingkan pembangunan baru. Galangan mulai mengalihkan fokus ke kapal distribusi bahan bakar, minyak dan gas serta Ferry RORO. Meskipun kapasitas produksi domestik masih cukup, tantangan tetap ada karena tidak semua jenis kapal besar (150-200 meter ke atas) dapat dibangun secara kompetitif dan memerlukan dukungan logistik yang memadai.
Bagikan
Berita terkait
Industri Galangan Kapal RI Curhat Lagi Sepi Orderan Pengusaha Tambang
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.25
Proyek Kapal Pelni Rp 4,5 Triliun Jadi Ajang Pembuktian Galangan Kapal Nasional
Liputan6.com · 11 Agustus 2026 pukul 08.00
RI Mau Olah Batu Bara Jadi Bensin? Wamen ESDM Beberkan Tahapannya
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 18.15
Batu Bara RI Bakal Diolah Buat Jadi Campuran Bensin!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.35