Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Konflik Antaragama Pecah, Makan Korban Jiwa-Presiden Buka Suara

Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kerusuhan antaragama di Nepal. Bentrokan terjadi antara kelompok Hindu dan Muslim di wilayah selatan negara, dimulai dari perselisihan saat kegiatan keagamaan di Distrik Sunsari yang berkembang menjadi kerusuhan massal. Massa membakar fasilitas publik, kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, dan pos polisi. Polisi melepaskan tembakan ke arah massa untuk menghentikan bentrokan, yang menewaskan seorang petani bernama Om Prakash Mehata. Kematian Mehata memicu gelombang kemarahan baru dan demonstrasi lanjutan. Korban ketiga dilaporkan dari Distrik Siraha.

Presiden Nepal Ramchandra Paudel mengimbau seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak terprovokasi. Perdana Menteri Balendra Shah juga meminta warga menahan diri serta menjanjikan penyelidikan adil dan transparan bagi pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan dan mengerahkan ratusan personel keamanan, termasuk militer.

Nepal ditetapkan sebagai negara sekuler sejak penghapusan monarki pada 2008 dan relatif berhasil menghindari konflik agama besar selama ini. Kekerasan terbaru ini memicu kekhawatiran luas karena dapat memperburuk situasi politik dan sosial yang masih rapuh.

Berita terkait