Konflik Antaragama Pecah, Makan Korban Jiwa-Presiden Buka Suara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam kerusuhan antaragama di Nepal. Bentrokan terjadi antara kelompok Hindu dan Muslim di wilayah selatan negara, dimulai dari perselisihan saat kegiatan keagamaan di Distrik Sunsari yang berkembang menjadi kerusuhan massal. Massa membakar fasilitas publik, kantor pemerintah, pusat perbelanjaan, dan pos polisi. Polisi melepaskan tembakan ke arah massa untuk menghentikan bentrokan, yang menewaskan seorang petani bernama Om Prakash Mehata. Kematian Mehata memicu gelombang kemarahan baru dan demonstrasi lanjutan. Korban ketiga dilaporkan dari Distrik Siraha.
Presiden Nepal Ramchandra Paudel mengimbau seluruh masyarakat menjaga persatuan dan tidak terprovokasi. Perdana Menteri Balendra Shah juga meminta warga menahan diri serta menjanjikan penyelidikan adil dan transparan bagi pihak yang bertanggung jawab. Pemerintah memberlakukan jam malam di sebagian besar wilayah Nepal selatan dan mengerahkan ratusan personel keamanan, termasuk militer.
Nepal ditetapkan sebagai negara sekuler sejak penghapusan monarki pada 2008 dan relatif berhasil menghindari konflik agama besar selama ini. Kekerasan terbaru ini memicu kekhawatiran luas karena dapat memperburuk situasi politik dan sosial yang masih rapuh.
Bagikan
Berita terkait
Kerusuhan Antarkelompok Agama Pecah, 3 Orang Tewas-Presiden Buka Suara
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 21.10
13.859 Personel Gabungan Amankan HUT ke-81 RI di Jakarta
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 06.20
Ricuh Pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh, DPRA Konsultasi dengan Kemendagri
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 02.49
Baku Tembak dengan TNI, 3 OPM di Papua Tengah yang Hendak Kacaukan HUT RI Tewas
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 23.40