Pengamat: Dedolarisasi sangat mungkin jadi salah satu topik KTT BRICS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat Hubungan Internasional Universitas Budi Luhur, Andrea Abdul Rahman Azzqy, menyatakan dedolarisasi atau kebijakan tidak menggunakan dolar Amerika Serikat sangat mungkin menjadi topik pembicaraan pada KTT BRICS 2026 di New Delhi, India. BRICS terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan sebagai anggota inti, ditambah Mesir, Iran, Ethiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia. Topik ini muncul setelah KTT BRICS 2025 di Rio de Janeiro membahas sistem pembayaran alternatif menggunakan mata uang lokal. Untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik, Indonesia perlu meningkatkan kepercayaan pasar melalui keamanan investasi, alur birokrasi yang mudah, stabilitas logistik, serta transparansi perpajakan, namun tantangan seperti intervensi pasar, ketidakstabilan hukum, dan SDM tidak kompeten menghambat pencapaian ini.
Bagikan
Berita terkait
BRICS Kian Tinggalkan Dolar AS, 65% Transaksi Gunakan Mata Uang Lokal
SINDOnews · 22 Agustus 2026 pukul 21.00
IHSG Mendadak Anjlok 1% Siang Ini, Ada Dua Hantu Gentayangan!
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 15.05
Bursa Asia Masuk Zona Merah Tertekan Obligasi AS dan Harga Minyak
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.39
Wall Street Ditutup Melemah, Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel
kumparan · 10 September 2026 pukul 06.35