Konflik Timur Tengah Kembali Memanas, Ini yang Perlu Diantisipasi Pemerintah soal BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Konflik Timur Tengah meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dunia yang berpotensi memicu kenaikan harga BBM nonsubsidi di Indonesia. Ekonom Universitas Jember, Ciplis Gema Qoriah, memperingatkan bahwa kenaikan harga ini dapat mengganggu pola konsumsi rumah tangga, aktivitas perusahaan, produktivitas, hingga pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Pemerintah diminta segera memetakan pengguna BBM nonsubsidi untuk meningkatkan efisiensi dan mengantisipasi penurunan daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah perlu memperketat perhitungan penerima subsidi energi guna mencegah pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi yang dapat membebani anggaran negara.
Bagikan
Berita terkait
Harga Minyak US$100, Purbaya: APBN Masih Aman, Defisit di Bawah 3%
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.19
Purbaya: Perekonomian Global Akan Kembali Meningkat pada 2027
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 17.30
Anggaran Subsidi Energi Naik 20 Persen Jadi Rp272,94 di di RAPBN 2027
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.11
Subsidi Energi RAPBN 2027 Naik 20,1 Persen Jadi Rp272,95 Triliun
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.09