Harga Minyak US$100, Purbaya: APBN Masih Aman, Defisit di Bawah 3%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan APBN tetap aman meski harga minyak dunia sempat mencapai US$100 per barel. Pemerintah mengklaim ruang fiskal masih mencukupi untuk menahan dampak lonjakan harga tanpa perlu mengubah kebijakan subsidi energi secara drastis atau menambah kuota subsidi saat ini.
Asumsi defisit APBN sebesar 2,85% dari PDB telah memperhitungkan harga minyak di level US$100, sementara rata-rata harga yang dibayar saat ini masih di bawah US$90. Hingga Agustus, defisit aktual tercatat rendah di kisaran 0,95%. Pemerintah memastikan daya beli masyarakat umum tetap terjaga karena beban kenaikan harga diserap melalui subsidi energi, sehingga dampak utama hanya dirasakan pengguna BBM nonsubsidi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 19.28
Menkeu siapkan langkah jaga APBN jika harga minyak dunia melonjak
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.19
Purbaya soal Kualitas Belanja Negara Diragukan
Berita terkait
Ekonom Ungkap APBN Butuh Mesin Penerimaan Baru untuk Menjaga Subsidi BBM
JPNN.com · 2 Agustus 2026 pukul 06.46
IHSG Melemah ke 6.670 Akibat Kenaikan Harga Minyak Global dan Tensi Geopolitik
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.02
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Purbaya Bongkar Cara APBN Tahan Harga BBM saat Minyak Melonjak
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 19.00