Konservasi Batang Toru, BBKSDA Sumut Pastikan Perusahaan Bersinergi Terlibat Rencana Aksi Partisipatif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BBKSDA Sumatera Utara mendorong pembentukan rencana konservasi di lanskap Batang Toru, Tapanuli Selatan, dengan melibatkan perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat. Kepala BBKSDA Novita Kusuma Wardani menyatakan sebagian perusahaan telah komitmen mengalokasikan lahan menjadi areal konservasi, termasuk perusahaan perkebunan di Areal Bernilai Konservasi Tinggi (ABKT). Dua perusahaan besar, PLTA Batangtoru (PT NSHE) dan tambang emas Martabe (PT Agincourt Resources), telah mengimplementasikan program konservasi seperti revegetasi, jembatan arboreal, stasiun riset, dan perlindungan orangutan.
Studi I-SER UI menunjukkan perubahan habitat di Batang Toru, terutama pada flora. Kesesuaian habitat tinggi untuk tumbuhan turun dari 33,5% menjadi 19,9% akibat banjir yang membawa bahan organik dan mengubah tutupan vegetasi. Perubahan pada fauna relatif kecil, dengan area kesesuaian tinggi menurun dari 32% ke 30%. Spesies seperti orangutan Tapanuli, owa ungko, siamang, kijang muncak, dan harimau masih menjadi fokus konservasi.
Wilayah dengan kesesuaian habitat tinggi yang bertumpukan dengan kawasan konservasi menjadi prioritas pengelolaan. Peneliti menekankan perlunya perlindungan habitat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada hutan.
Bagikan
Berita terkait
Populasi Gajah di Bengkulu Terancam, Kini Tinggal 25-30 Ekor
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 10.25
Jaringan Aneh Sepanjang 11.000 Tahun Cahaya Ada di Bawah Tanah
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 19.45
DLH Kabupaten Bekasi Gandeng Dunia Usaha Tanam 1.500 Bibit Pohon Bakau
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.32
Izin Tinggal untuk Kuliah, WN Afganistan Malah Jadi Direktur Perusahaan di Demak
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.00