Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kunang-kunang semakin jarang dijumpai di alam liar akibat kerusakan habitat dan polusi lingkungan. Menurut Kesumawati Hadi dari IPB, kunang-kunang merupakan bioindikator kesehatan ekosistem. Penurunan populasi disebabkan oleh alih fungsi lahan hijau menjadi permukiman atau industri, polusi cahaya LED yang mengganggu reproduksi, serta penggunaan insektisida kimia dan perubahan iklim. IUCN mencatat 11-20% spesies kunang-kunang global terancam, termasuk di mangrove Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Untuk menjaga populasi, masyarakat dapat mengurangi pencahayaan berlebih, menggunakan pupuk organik, serta menjaga kebersihan sungai dan saluran air.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 27 September 2026 pukul 06.30
Kebakaran Hutan Kalimantan, Populasi Orang Utan Kian Terancam
Berita terkait
Kunang-Kunang Hilang Satu per Satu, Ahli IPB Ungkap Tanda Petaka
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 18.40
Mangrove Jakarta Impact & Digital Edge Gelar Aksi Konservasi di Pulau Tidung
JPNN.com · 25 September 2026 pukul 00.21
EIGER Nature Terima Kunjungan 22 Perwakilan WWF-Indonesia & Jejaring WWF Global
JPNN.com · 19 September 2026 pukul 03.34
Menjaga Habitat, Merawat Siamang hingga Rangkong di Solok Selatan
Detik.com · 15 September 2026 pukul 17.04