Jakarta · Senin, 14 September 2026Cari
WargaKonoha

Kontrol Behel Jangan Sering Terlewat, ini Dampaknya pada Perawatan Gigi

Pasien yang sedang menjalani perawatan behel tetap perlu melakukan kontrol rutin ke dokter ortodonti meskipun sudah menggunakan bracket dan kawat. Menurut American Association of Orthodontists (AAO), behel bekerja dengan memberikan tekanan terkontrol pada gigi agar bergerak secara bertahap menuju posisi yang diinginkan, sehingga penyesuaian selama perawatan diperlukan untuk memastikan pergerakan gigi sesuai rencana. National Health Service (NHS) Inggris menyarankan kontrol setiap enam hingga delapan minggu. Jika kontrol sering terlewat atau dibatalkan, waktu perawatan dapat memakan waktu lebih lama, bahkan berpotensi dihentikan lebih awal. Selama kontrol, dokter tidak hanya mengganti karet behel tetapi juga memeriksa kondisi gigi dan gusi, menilai perkembangan pergerakan gigi, serta menentukan penyesuaian pada kawat, karet elastis, atau komponen lainnya. Setiap pasien memiliki kondisi gigi yang berbeda, sehingga jadwal dan jenis penyesuaian sebaiknya ditentukan oleh dokter, bukan oleh pasien sendiri. Melewatkan beberapa jadwal kontrol dapat menyebabkan dokter tidak dapat melakukan penyesuaian yang seharusnya, sehingga tahapan perawatan berikutnya ikut tertunda. NHS University Hospitals juga mencatat bahwa melewatkan janji temu dapat memperpanjang total waktu pemakaian behel. Jika tidak dapat datang sesuai jadwal, pasien sebaiknya menghubungi klinik untuk menjadwalkan ulang. Selain itu, pasien juga perlu menjaga kebersihan gigi dengan menggunakan pasta gigi berfluoride dan membersihkan sela-sela gigi secara rutin. Pemeriksaan gigi secara berkala tetap penting meskipun sedang menjalani perawatan ortodonti. Keberhasilan perawatan behel bergantung pada kerja sama pasien, termasuk kontrol sesuai jadwal, menjaga kebersihan gigi, mengikuti instruksi dokter, dan segera melaporkan kerusakan pada behel.

Berita terkait