Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal-Tiongkok Bertambah Menjadi 1.398 Jiwa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tiongkok menyebabkan 1.398 korban tewas, dengan lebih dari 5.500 orang masih dinyatakan hilang, termasuk 850 warga negara asing. Otoritas Nepal melaporkan 1.355 jenazah ditemukan dan sekitar 5.000 orang belum ditemukan, sementara lebih dari 13.000 orang berhasil diselamatkan. Di sisi Tiongkok, setidaknya 43 orang tewas dan 519 orang hilang di Wilayah Otonom Xizang, termasuk 261 warga asing.
Pemerintah Nepal membentuk tim investigasi 10 orang untuk menyelidiki penyalahgunaan media sosial yang menargetkan korban bencana. Biro Siber Nepal memulai penyelidikan setelah Perdana Menteri Balendra Shah memperingatkan keras terhadap komentar kasar dan kebencian di media sosial. Setidaknya satu orang sudah ditangkap karena komentar menghina para korban.
Berdasarkan hukum setempat, pelaku komentar menghina dapat dikenai denda hingga 100.000 Rupee atau hukuman penjara hingga lima tahun, atau keduanya. Pemerintah menyatakan tidak akan memberikan toleransi terhadap perilaku merendahkan para korban yang sedang menderita.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 7 September 2026 pukul 18.47
Tailan Dilanda Banjir Bandang
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 10.45
Penyensoran China Disebut Perburuk Penanganan Dampak Banjir Nepal-Tibet
Detik.com · 5 September 2026 pukul 19.01
10 Hari Tertimbun Usai Banjir Nepal, 2 Orang Berhasil Diselamatkan
Berita terkait
Update Terkini Banjir Bandang Nepal: Korban Jiwa Tembus 1.000 Orang
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 19.00
Lebih dari 1.400 orang hilang akibat banjir bandang di Nepal-China
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.45
Indonesia Sampaikan Duka Cita Atas Banjir Bandang di Nepal dan China
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 20.10
Korban Tewas dan Hilang Banjir Bandang di Nepal Bertambah, KBRI Dhaka dan Beijing Pantau Kondisi WNI
VOI · 27 Agustus 2026 pukul 13.25