Korsel Ancam Ambil Tindakan Jika Ukraina Tolak Minta Maaf soal Tawanan Perang Korut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyatakan Seoul akan mengambil tindakan lebih lanjut jika Ukraina menolak meminta maaf atas pembongkaran informasi pengiriman dua tentara Korea Utara (Korut) yang ditangkap Ukraina. Kedua tentara Korut ditangkap pada awal 2025 setelui dikerahkan bersama ribuan tentara lainnya untuk mendukung perang Rusia melawan Ukraina. Korut mendapat imbalan bantuan ekonomi dan militer dari Moskow atas pengerahan tersebut. Seoul menuntut Kyiv meminta maaf karena mengungkapkan detail pemindahan tawanan perang tersebut dalam pidato presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Sidang Umum PBB, dengan alasan kerahasiaan penting untuk melindungi keluarga para tawanan perang di Korea Utara. Presiden Lee menegaskan kedua belah pihat pernah mencapai kesepahaman untuk menjaga kerahasiaan, dan menuduh Zelensky telah mencitrakan dirinya sebagai pembohong. Jika Ukraina tidak meminta maaf secara terbuka, Seoul ancam akan mengambil langkah lebih lanjut.
Bagikan
Berita terkait
Korsel Marah, Tuntut Ukraina Minta Maaf karena Bocorkan Rahasia 2 Tawanan Perang Korut
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.17
Korsel Tuntut Permintaan Maaf Korut atas Ledakan Ranjau Darat
SINDOnews · 30 September 2026 pukul 20.35
Ranjau Korut Meledak di DMZ, Menhan Korsel Sebut Pelanggaran Gencatan Senjata
kumparan · 29 September 2026 pukul 16.10
Bicara di Sidang PBB, Menlu Rusia Tuduh Eropa Hambat Perundingan Ukraina
Detik.com · 27 September 2026 pukul 02.46