Korsel Tuntut Permintaan Maaf Korut atas Ledakan Ranjau Darat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Militer Korea Selatan (Korsel) menuntut permintaan maaf dari Korea Utara (Korut) terkait ledakan ranjau darat di perbatasan bersama yang melukai tiga tentara Korsel pada 21 September lalu. Ledakan tersebut terjadi di Zona Demiliterisasi (DMZ), wilayah penyangga yang memisahkan kedua Korea. Korsel menyatakan yakin bahwa ranjau yang meledak berasal dari milik Korut dan menyatakan akan mengambil tindakan balasan yang setimpal atas dugaan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlangsung puluhan tahun. Sehari setelahnya, Korut membantah tuduhan ini, menyebut klaim Seoul tidak berdasar dan merupakan upaya untuk meningkatkan ketegangan. Kim Yo Jong, saudara perempuan dari pemimpin Korut Kim Jong Un, menuduh Korsel merekayasa klaim tersebut demi tujuan politik dan militer. Korut juga membantah dugaan adanya penyeludruan lintas perbatasan untuk memasang ranjau, dan menyebut tuduhan ini sebagai klaim yang dipaksakan untuk mengalihkan tanggung jawab kepada Korut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 29 September 2026 pukul 16.10
Ranjau Korut Meledak di DMZ, Menhan Korsel Sebut Pelanggaran Gencatan Senjata
Detik.com · 30 September 2026 pukul 17.39
Korut Bantah Dalangi Ledakan Ranjau, Korsel Ngotot Tuntut Minta Maaf
Detik.com · 29 September 2026 pukul 17.12
Korsel Sebut Ranjau Korut Picu Ledakan di Perbatasan: Langgar Gencatan!
Berita terkait
Korsel Marah, Tuntut Ukraina Minta Maaf karena Bocorkan Rahasia 2 Tawanan Perang Korut
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 12.17
AS Akan Pasok Korsel dengan Rudal Taktis, Korut Marah!
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 14.31
Korut Uji Coba Sistem Peluncur Rudal Klaim Bisa Hantam Target Sejauh 100 Km
kumparan · 24 September 2026 pukul 05.26
3 Tentara Korsel Luka-luka Akibat Ledakan di Zona Demiliterisasi
Detik.com · 21 September 2026 pukul 12.17