Korut Panas, Adik Perempuan Kim Jong Un Ancam Jepang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, memperingatkan Jepang akan mengambil 'opsi militer tambahan' sebagai respons terhadap kebijakan militer Jepang yang disebutnya sebagai 'transformasi menjadi kekuatan militer'. Pernyataan ini disampaikan setelah Jepang menguji coba rudal Tomahawk dari kapal perusak Aegis Chokai di Samudra Pasifik, serta partisipasi dalam latihan militer gabungan bersama AS di Filipina pada Mei 2026. Kim menuduh Jepang mengembangkan kemampuan serangan pendahuluan dan operasi militer jarak jauh yang menempatkan Korut dan negara tetangga dalam ancaman. Menurut KCNA, Korut bersengaja merespons agar Jepang 'merasakan risiko yang lebih besar' terhadap keamanannya. Kim juga menyatakan bahwa AS berada di balik langkah-langkah militer Jepang yang dianggap berbahaya. Ini adalah komentar terbaru dari Korut yang mengkritik kerja sama keamanan antara AS, Korea Selatan, dan Jepang. Sejak Juli 2026, KCNA telah menerbitkan enam komentar yang mengecam latihan militer gabungan ketiganya. Para analis mengatakan narasi ini digunakan Pyongyang untuk membenarkan pengembangan senjata milik sendiri dan berpotensi menjadi dasar bagi demonstrasi militer di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 15.30
Jepang Uji Coba Tomahawk, Adik Perempuan Kim Jong-un: Kita Harus Buat Mereka Menyesal
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 11.49
Jepang Perkuat Militernya, Adik Kim Jong Un Murka!
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 18.33
Jepang Perkuat Militer, Penyintas Bom Atom Beri Peringatan
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.01
Korea Utara Tembakkan Proyektil Diduga Rudal Balistik, Jatuh ke Lautan
Berita terkait
Kim Jong Un Ngamuk! Korea Utara Tiba-Tiba Murka ke Jepang
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 08.05
Breaking: Kim Jong Un Ngamuk, Korut Tembak Rudal ke Laut Jepang
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.05
Kisah Gadis Jepang Diculik Korut dan Dipaksa Nikahi Tentara AS
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 10.26
Babak Baru Perang Saudara Tetangga RI, Pemberontakan di Ujung Tanduk
CNBC Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 07.00