Jakarta · Rabu, 7 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Korut Warning AS soal Taiwan, Kim Jong Un "Cinta Mati" pada Putin

Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat agar tidak meningkatkan ketegangan di Selat Taiwan dan menghentikan dukungan militer terhadap pulau tersebut. Menurut analis Korut Kim Myong Chol, kebijakan AS terhadap Taiwan mengancam perdamaian dan stabilitas kawasan. Peringatan ini muncul setelah dua jet tempur F-16V Block 70 pertama yang dipesan Taiwan pada 2019 tiba di pulau tersebut, sekaligus dengan ancaman militer China yang semakin meningkat.

Kim Myong Chol menegaskan bahwa AS harus mempertimbangkan konsekuensi jika terus memperkuat Taiwan, termasuk kemungkinan konfrontasi langsung dengan Republik Rakyat China. Ia menyoroti bahwa AS harus menilai apakah siap menghadapi kekuatan nasional yang tangguh dari China dan mampu menanggung konsekuensi yang ditimbulkan.

Di sisi lain, pemimpin Korut Kim Jong Un menegaskan dukungannya kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pesan ulang tahun, Kim menyatakan bahwa Pyongyang akan terus memperluas kerja sama dalam kerangka kemitraan strategis komprehensif. Ia juga menyebut perjuangan Rusia sebagai "perang suci demi keadilan" untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan wilayahnya. Hubungan kedua negara semakin erat setelah tanda tangani pakta pertahanan bersama pada Juni 2024, dan Korut diduga mengirim 14.000-15.000 tentara untuk mendukung Rusia di perang Ukraina sejak 2024.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait