Jakarta · Sabtu, 3 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Koster Minta Pusat Tambah TKD Bali: Kami Setor Devisa Rp176 Triliun!

Gubernur Bali Wayan Koster meminta pemerintah pusat untuk meningkatkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dan dukungan APBN bagi Provinsi Bali. Permintaan ini disampaikan saat bertemu dengan anggota Badan Anggaran DPR RI yang dipimpin Syarief Abdullah Alkadrie pada Jumat, 2 Oktober 2025. Koster menekankan bahwa Bali bukan sekadar daerah biasa, melainkan destinasi pariwisata internasional yang menyumbang devisa besar bagi negara. Oleh karena itu, alokasi anggaran pembangunan tidak boleh lagi hanya didasarkan pada luas wilayah dan jumlah penduduk, tetapi juga mempertimbangkan dimensi kepentingan nasional. Bali harus mendukung beban sebagai destinasi pariwisata dunia, sehingga infrastruktur yang dibutuhkan juga harus lebih komprehensif dan layak dengan kontribusinya.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menyampaikan data yang menggambarkan pentingnya sektor pariwisata Bali. Pada tahun 2025, Bali dikunjungi sekitar 16,3 juta wisatawan, terdiri dari 7,05 juta turis asing dan 9,28 juta wisatawan domestik. Jumlah ini menunjukkan bahwa pariwisata merupakan pilar ekonomi utama yang mendukung devisa asing masuk hingga mencapai Rp176 triliun. Dengan kontribusi yang begitu besar, Koster berargumen bahwa pemerintah pusat perlu memberikan alokasi anggaran yang adil dan proporsional untuk mendukung kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik di Bali.

Koster juga menegaskan bahwa kebijakan alokasi anggaran harus ditinjau kembali agar tidak lagi menggunakan kriteria konvensional semata. Ia meminta agar pertimbangan pembangunan Bali mencerminkan peran strategisnya sebagai ikon pariwisata nasional dan internasional. Dengan dukungan anggaran yang memadai, diharapkan Bali dapat terus meningkatkan kapasitas dan kelangsungan sektor pariwisatanya, sekaligus mendukung pemerataan pembangunan di berbagai wilayah di provinsi ini.

Berita terkait