KPAI Ingatkan Penegakan Hukum Kasus Keracunan MBG Karo Harus Transparan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

KPAI mendesak penegakan hukum yang transparan dan profesional terkait kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Dampak kejadian ini tidak hanya berupa gangguan kesehatan medis, tetapi juga berkembang menjadi disabilitas berat bagi sebagian korban, tekanan psikologis, hingga beban ekonomi berat bagi keluarga rentan.
KPAI menekankan bahwa tanggung jawab negara tidak boleh berhenti pada perawatan medis awal, melainkan harus mencakup pemulihan kesehatan jangka panjang, pendampingan psikososial, dan dukungan pendidikan. KPAI juga meminta adanya mekanisme pertanggungjawaban dan ganti rugi jika ditemukan pelanggaran hukum dalam pelaksanaan program tersebut guna menjamin keselamatan anak di atas kepentingan lain.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 11 September 2026 pukul 11.50
Ada Keracunan Massal, BGN Periksa 172 Dapur MBG di Pati
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 04.11
Keracunan MBG Berulang, Pakar Hukum: Tak Cukup Cuma Minta Maaf, Harus Ada Sanksi Pidana
CNN Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.36
Plt Bupati Pati Sebut Ratusan Siswa Keracunan MBG Masuk Kategori KLB
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 10.20
Soal Keracunan MBG, Mahfud MD: Hentikan Kontrak Bermasalah Itu atau Petaka Ini...
Berita terkait
Amnesty Desak Program MBG Dihentikan Usai Siswi Karo Hilang Ingatan
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 11.47
Keracunan MBG di Karo, Kepala BGN Minta Kepala SPPG Setempat Dipecat
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 02.35
BPOM Siapkan 21 Program Pengawasan MBG, Anggaran Rp 509 Miliar
kumparan · 9 September 2026 pukul 22.12
43 Ribu Anak Jadi Korban Keracunan MBG, Koalisi MBG Watch: Keselamatan Anak Jangan Jadi Korban Demi Program Politik
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.58