Jakarta · Sabtu, 22 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

KPK ungkap peran guru di penawaran kursi Unsoed seharga Rp50-500 juta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan jaringan penawaran kursi mahasiswa baru jalur mandiri Universitas Jenderl Soedirman (Unsoed) yang melibatkan sejumlah guru sekolah sebagai pengepul dan koordinator. Guru-guru tersebut bertugas mengumpulkan siswa yang bersedia membayar biaya pendaftaran dan kemudian berkoordinasi dengan Kepala Bagian Akademik Unsoed, Eko Sumanto (ES), melalui aplikasi WhatsApp. Dalam percakapan yang ditemukan, terlihat proses tawar-menawar kuota serta harga per kursi yang ditawarkan.

Harga penawaran kursi mahasiswa baru di Unsoed bervariasi tergantung jumlah dan posisinya. Berdasarkan temuan KPK, harga paling rendah ditunjukkan sebesar Rp50 juta, sementara kursi paling mahal mencapai Rp500 juta per kepala. Harga ini dinegosiasikan langsung antara guru pengepul dan pihak akademik Unsoed dalam beberapa transaksi.

KPK juga melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026. Beberapa dari mereka yang ditetapkan sebagai tersangka meliputi Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, serta Eko Sumanto. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno tidak ditetapkan sebagai tersangka. KPK juga menyita sejumlah uang sebesar Rp764 juta terkait kasus ini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait