Krisis Perumahan, Pekerja Bakal Ramai-Ramai Mogok Nasional 24 Jam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dua serikat pekerja terbesar Spanyol, CCOO dan UGT, sedang mempersiapkan aksi mogok nasional selama 24 jam pada musim gugur 2026 untuk menuntut kenaikan upah yang layak dan akses ke perumahan yang terjangkau. Rencana ini masih memerlukan persetujuan dari badan pengurus masing-masing serikat dan akan dikoordinasikan dengan kelompok penyewa serta organisasi warga. Pengumuman ini datang setelah Kongres Deputi Spanyol menolak rancangan dekrit kerajaan terkait kebijakan perumahan, yang dinilai memperkuat urgensi menggabungkan perjuangan pekerja dengan gerakan hak atas perumahan.
Serikat pekerja mengusulkan kenaikan upah antara 4% hingga 7% sebagaimana termasuk klausul peninjauan berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi ekonomi. Terkait perumahan, CCOO dan UGT menuntut kesepakatan sosial yang lebih luas, termasuk pembatasan harga sewa, stok perumahan yang dilindungi negara secara permanen, dan penerapan efektif undang-undang hak atas perumahan di seluruh Spanyol. Mereka juga mendesak pemerintah dan pengusaha untuk membuka kembali dialog perundingan guna memastikan upah mencukupi kebutuhan dasar pekerja.
Aksi mogok ini mencerminkan ketegangan yang meningkat antara pekerja dan pemerintah terkait isu biaya hidup yang terus naik. Besaran dan tanggal aksi akan ditentukan setelah proses persetujuan internal selesai dan koordinasi dengan seluruh organisasi pendukung berakhir. Serikat menekankan bahwa isu ketenagakerjaan dan perumahan saling terkait dan harus ditangani secara bersamaan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Serikat Ungkap Potensi PHK 50 Ribu Pekerja di Jatim, Disnakertrans Respons Begini
JPNN.com · 5 Oktober 2026 pukul 20.02
KAI Tambah Satu Posisi Komisaris, Diisi oleh Aktivis Serikat Pekerja Ristadi
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 18.30
PM Spanyol Umumkan Pemilu Dini di Tengah Krisis Perumahan
Detik.com · 5 Oktober 2026 pukul 17.29
Direksi Baru JAI, Pekerja Pelabuhan Dorong Pertumbuhan Lebih Produktif dan Bernilai
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 18.11