Kritik Praktik Survei Politik, Muslim Arbi Sebut Transparansi Jadi Kunci
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi mengkritik praktik survei politik di Indonesia, menyatakan bahwa kemiripan hasil survei dari berbagai lembaga memunculkan pertanyaan mengenai independensi pengumpulan data. Ia menyoroti dugaan penggunaan jaringan enumerator atau surveyor yang sama oleh beberapa lembaga, yang berpotensi menghasilkan pola temuan serupa. Muslim Arbi menyebut adanya kemungkinan pihak ketiga yang mengendalikan jaringan tersebut sebagai 'mafia survei politik', yang dapat mengatur proses pengambilan data sehingga angka-angka yang dihasilkan tampak valid namun kualitasnya dipertanyakan. Menurutnya, jika dugaan ini benar, masalahnya tidak hanya terkait metodologi penelitian tetapi juga etika demokrasi, karena survei dapat berubah menjadi alat untuk menggiring persepsi publik dan memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 09.18
Soroti Kemiripan Hasil Survei Politik, Muslim Arbi Singgung Independensi Pengumpulan Data
Berita terkait
Wamenlu dorong kerja sama untuk cegah ketegangan di Laut China Selatan
ANTARA News · 2 Oktober 2026 pukul 18.23
'Warga Rusun 609' Menuai Tawa dalam Pemutaran Perdana di Jogja
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.02
Prabowo Lantik Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.55
Pertamina Perkuat Komitmen Menjaga Ketahanan Energi Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.43