Kritik Praktik Survei Politik, Muslim Arbi Sebut Transparansi Jadi Kunci
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik dan hukum Muslim Arbi mengkritik praktik survei politik di Indonesia, menyatakan bahwa kemiripan hasil survei dari berbagai lembaga memunculkan pertanyaan mengenai independensi pengumpulan data. Ia menyoroti dugaan penggunaan jaringan enumerator atau surveyor yang sama oleh beberapa lembaga, yang berpotensi menghasilkan pola temuan serupa. Muslim Arbi menyebut adanya kemungkinan pihak ketiga yang mengendalikan jaringan tersebut sebagai 'mafia survei politik', yang dapat mengatur proses pengambilan data sehingga angka-angka yang dihasilkan tampak valid namun kualitasnya dipertanyakan. Menurutnya, jika dugaan ini benar, masalahnya tidak hanya terkait metodologi penelitian tetapi juga etika demokrasi, karena survei dapat berubah menjadi alat untuk menggiring persepsi publik dan memengaruhi pilihan politik masyarakat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 31 Juli 2026 pukul 09.18
Soroti Kemiripan Hasil Survei Politik, Muslim Arbi Singgung Independensi Pengumpulan Data
Berita terkait
Hasil BWF World Championships 2026: 4 Wakil Indonesia Kompak Menang
JPNN.com · 18 Agustus 2026 pukul 04.00
Vietnam Mengekor RI di Pasar Penerbangan Komersial Asia Tenggara
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 01.00
Kenali Kandungan Aktif untuk Mendukung Pemulihan Kulit Pasca-Jerawat
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 00.30
Alwi Farhan dan Putri Kusuma Wardani Lolos ke 32 Besar Kejuaraan Dunia 2026
SINDOnews · 17 Agustus 2026 pukul 22.26