Kualitas Udara Buruk Tingkatkan Risiko Kanker Paru, Ini Penjelasan Dokter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Polusi udara buruk, terutama partikel halus PM2.5, meningkatkan risiko kanker paru secara signifikan. Partikel ini mampu menembus sistem pernapasan, memicu peradangan kronis, dan merusak DNA sel paru yang memicu pertumbuhan sel kanker. Risiko ini mengancam semua orang, termasuk individu yang tidak merokok namun tinggal di wilayah dengan polusi tinggi.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat disarankan memantau indeks kualitas udara secara rutin. Langkah pencegahan meliputi penggunaan masker medis atau N95 saat di luar ruangan, penggunaan air purifier di dalam ruangan, serta penerapan pola hidup sehat guna melindungi kesehatan paru-paru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 12 September 2026 pukul 11.59
Kualitas Udara di Kota Bogor Berstatus Sedang, Pasien ISPA meningkat
Berita terkait
Ada Car Free Day, Kualitas Udara Jakarta Justru Tiga Terburuk di Dunia pada Minggu Pagi
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 11.32
Studi Jepang Soroti Perubahan Kualitas Udara Dipengaruhi Produk Tembakau yang Dipanaskan
JPNN.com · 8 September 2026 pukul 06.35
Kualitas Udara Kota Bandung Memburuk
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 14.20
Cara Cek Kualitas Udara Imbas Abu Anak Krakatau via Google Maps
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 13.26