Cara Cek Kualitas Udara Imbas Abu Anak Krakatau via Google Maps
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/9341659/original/070748200_1788671344-20260906_115002.jpg)
Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke Lampung, Selat Sunda, Banten, hingga Jakarta pada 6 September 2026. Partikel abu sangat halus dan kecil berisiko masuk saluran napas dalam, menurut PDPI. Google Maps menyediakan fitur pengecekan kualitas udara, namun hanya tersedia di Jawa. Pengguna bisa mengaksesnya melalui ikon segi empat "+" di pojok kanan atas, lalu memilih "Kualitas Udara". Peta ditandai dengan warna: hijau untuk kualitas baik, hitam untuk indeks 300-400. Pengguna dapat mengetuk peta untuk melihat angka indeks spesifik dan keterangan kesehatan. Data diperoleh dari PurpleAir, National Environment Agency Singapore, dan lembaga lain secara real-time.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 6 September 2026 pukul 14.21
Polisi di Bogor Bagi-bagi Masker Antisipasi Dampak Abu Erupsi Anak Krakatau
kumparan · 6 September 2026 pukul 14.05
Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, Polres Bogor Bagikan Masker
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 14.05
Menkes Minta Warga Tidak Panik dan Waspadai Abu Vulkanik Anak Krakatau
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.52
Lift-Eskalator di Semua Halte Transjakarta Dimatikan Imbas Krakatau
Berita terkait
Hadapi Abu Anak Krakatau, Kemenkes Aktifkan Pusat Darurat
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 14.25
Bukan Debu Biasa, Ini Alasan Bersihkan Abu Anak Krakatau Harus Disiram Dulu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.11
Hindari Debu Anak Krakatau, Dinkes DKI Imbau Warga Pakai Masker KN95-N95
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 10.45
Terdampak Abu Anak Krakatau, Anies Sampai Bisa Tulis Pesan di Mobil Berdebu
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 09.48