Kurangi Ketergantungan Militer Asing, Iran Serukan Persatuan Sunni-Syiah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menyatakan bahwa persatuan umat Islam, khususnya antara kelompok Syiah dan Sunni, merupakan kekalahan bagi musuh-musuh Iran. Dalam pesan untuk Pekan Persatuan, ia menekankan bahwa keamanan kawasan yang bergantung pada intervensi kekuatan asing bersifat rapuh dan tidak berkelanjutan. Iran menawarkan persatuan antara negara Syiah dan Sunni di Timur Tengah sebagai solusi. Qalibaf menegaskan bahwa persatuan ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi kekuatan nasional yang mendukung keamanan dan pembangunan. Ia juga mengingatkan solidaritas semua komunitas keagamaan di Iran selama perang yang dipaksakan terhadap negara tersebut. Menurutnya, bangsa dan pemerintah Muslim semakin menyadari bahwa kehadiran kekuatan asing tidak dapat memberikan keamanan yang langseng. Ia berargumen bahwa keamanan yang didasarkan pada kerja sama persaudaraan antarnegara kawasan lebih stabil, bermartabat, dan berkelanjutan dibandingkan ketergantungan pada kekuatan luar.
Bagikan
Berita terkait
Iran Sangkal Terima Undangan Gabung Pakta Pertahanan Mekkah
SINDOnews · 25 Agustus 2026 pukul 14.41
Menlu Iran Seru Negara-negara Muslim Hanya Mengandalkan Diri Sendiri
SINDOnews · 8 Agustus 2026 pukul 10.40
Iran Dapat Sanksi Bertubi-tubi AS, Mojtaba Khamenei Beri Seruan Baru!
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 13.40
Iran Masih Bisa Raup Rp133 Triliun dari Penjualan Minyak meski Diblokade AS
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 12.37