Iran Masih Bisa Raup Rp133 Triliun dari Penjualan Minyak meski Diblokade AS
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Iran berhasil mengalokasikan USD7,5 miliar (Rp133 triliun) dari penjualan minyak selama empat bulan pertama tahun 2024 ke bank sentral, sebesar 99% dari target anggaran. Meski diblokade Angkatan Laut AS, Iran menyatakan mampu memenuhi pengeluaran pemerintah dalam valuta asing hingga Desember. Dana ini terkumpul dari penjualan minyak antara 21 Maret hingga 22 Juli 2024. Konflik melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi perselisihan utama antara Washington dan Teheran. Amerika Serikat menuntut pembukaan kembali Selat Hormus sebagaimana disepakati dalam Nota Kesepahaman (MoU) Juni 2024, yang menghubungkan pembebasan blokade dengan pencabutan sanksi dan pencairan aset Iran yang dibekukan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
VOI · 29 Agustus 2026 pukul 20.03
Iran Transfer 7,5 Miliar Dolar AS Pendapatan Minyak ke Bank Sentral
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 19.55
Iran Sukses Kantongi Pendapatan Minyak Rp133,2 T meski Diblokade AS
JPNN.com · 29 Agustus 2026 pukul 19.30
Iran Pamer Pendapatan Rp 133 Triliun Hasil Penjualan Minyak
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 08.30
Iran dan Oman Sepakati Rute Baru Selat Hormuz
Berita terkait
AS Tolak Hidupkan Kembali Kesepakatan Iran, Harga Minyak Dunia Langsung Mendidih 2%
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 08.02
Harga Minyak Hari Ini Turun 3% Imbas AS Pilih Terapkan Sanksi Ekonomi ke Iran
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 08.18
Iran, Oman sepakati rute pelayaran Selat Hormuz, tunggu komitmen AS
ANTARA News · 29 Agustus 2026 pukul 08.13
Trump Sebut Selat Hormuz Terbuka, AS Klaim Pegang Kendali dan Blokade Iran
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 16.25