Lahan kian Terfragmentasi, Guru Besar USU Dorong Model Korporasi Petani Sawit
SINDOnews± 1 menit baca
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Guru Besar USU Prof Diana Chalil menyoroti fragmentasi lahan yang parah di Indonesia, di mana 61,3% rumah tangga petani mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar, dan 70% berada di bawah 0,1 hektar (7,39 juta orang). Tantangan ini membuat petani tidak kompetitif dalam rantai pasok. Prof Diana menawarkan korporatisasi perkebunan rakyat berbasis enam pilar: skala usaha minimum, single management, perencanaan jangka panjang, kepastian legalitas, teknologi modern, dan kemitraan strategis untuk meningkatkan produktivitas dan akses ekspor.
Bagikan
Berita terkait
Kebutuhan CPO Tembus 104 Juta Ton pada 2045, Agrinas Palma Ungkap Tantangan Sawit Indonesia
Warta Ekonomi · 9 September 2026 pukul 18.18
Puan Minta Aparat Selidiki Bekas Karhutla yang Langsung Ditanami Sawit
JawaPos · 8 September 2026 pukul 12.16
Puan Minta Dugaan Lahan Bekas Kebakaran Hutan Jadi Kebun Sawit Diselidiki
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 12.16
Akademisi USU Nilai Keberhasilan Kunker Wapres Bisa Diukur dari Perubahan di Lapangan
JPNN.com · 7 September 2026 pukul 13.17