Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Laporan media: Hamas setuju memulai penyerahan senjata berat

Hamas dan faksi-faksi Palestina lainnya sepakat memulai proses inventarisasi serta penyerahan senjata berat, fasilitas produksi militer, gudang senjata, dan terowongan di Jalur Gaza. Kesepakatan ini dilaporkan oleh Al Jazeera berdasarkan draf dokumen, di mana proses akan dimulai setelah kewajiban dalam Protokol Sharm el-Sheikh terpenuhi. Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan pelucutan senjata penuh, dengan Israel menarik pasukan dari Gaza setelah proses selesai.

Proses diawasi oleh komisi pengawas internasional dengan dukungan pasukan internasional. Jadwal pelaksanaan harus disusun dalam 14 hari, dapat diperpanjang oleh komisi. Penarikan pasukan Israel berjalan paralel dengan penyerahan senjata sesuai peta jalan perdamaian. Dokumen tidak mengatur penyerahan seluruh senjata langsung ke pihak ketiga, melainkan menetapkan mekanisme inventarisasi, penyimpanan, dan pengawasan.

Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari tahap pertama rencana perdamaian Trump yang disepakati pada 9 Oktober 2025, di mana Israel dan Hamas, dengan mediasi Mesir, Qatar, AS, dan Turki, menyepakati gencatan senjata dan penarikan pasukan Israel ke garis Yellow Line, meskipun Israel masih menguasai lebih dari 50% wilayah Gaza.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait