Letusan Gunung yang Bikin Suhu Bumi Turun Hingga 2 Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan Gunung Pinatubo pada 15 Juni 1991 merupakan salah satu erupsi terbesar abad ke-20 yang berdampak global. Gunung ini memuntahkan sekitar 5 kilometer kubik magma dan kolom letusan setinggi 40 kilometer yang menembus stratosfer. Erupsi juga menyemburkan 15 hingga 20 juta ton belerang ke atmosfer, membentuk lapisan kabut aerosol asam sulfat yang menyebar dalam waktu tiga minggu hingga satu tahun.
Aerosol vulkanik ini memantulkan sinar Matahari ke luar angkasa, menyebabkan penurunan suhu rata-rata global sebesar 0,5 hingga 0,6 derajat Celsius pada periode 1992-1993. Efek pendinginan ini lebih kuat daripada pemanasan dari gas rumah kaca saat itu. Anomali atmosfer memicu cuaca ekstrem seperti musim panas yang lebih dingin dan basah di Amerika Serikat, banjir besar di Sungai Mississippi tahun 1993, dan kekeringan parah di wilayah Sahel, Afrika.
Data korban mencatat sekitar 350 orang tewas akibat letusan utama, dengan total 847 korban meninggal dari dampak bencana secara keseluruhan berdasarkan sumber USGS. Peristiwa ini menjadi fondasi penting bagi ilmuwan dalam mempelajari dinamika iklim global.
Bagikan
Berita terkait
Letusan Krakatau 1883 Picu Tsunami Setinggi 40 Meter, Dunia Gelap selama 2,5 Hari
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 05.28
Ahli Ungkap Sebab Banjir Bandang di Nepal: Gletser Runtuh, Bendungan Es Jebol
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 12.04
Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Kafe dan Motor di Bogor
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.57
Karhutla Landa 25 Daerah Jatim Selama Kemarau, 9 Ribu Hektare Hangus
CNN Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 00.00