Letusan Krakatau 1883 Picu Tsunami Setinggi 40 Meter, Dunia Gelap selama 2,5 Hari
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Letusan dahsyat Gunung Krakatau pada 27 Agustus 1883 di Selat Sunda menyebabkan gelombang tsunami setinggi 40 meter yang menerjang pesisah Jawa, Sumatera, hingga pantai jauh seperti Hawaii, Semenanjak Arab, dan Amerika Tengah. Tsunami ini menghancurkan 295 desa di sepanjang pesisir, termasuk di Banten, Lampung, dan Ujung Kulon. Akibat bencana ini, setidaknya 36.417 orang tewas. Letusan juga memuntahkan jutaan kubik material vulkanik dan menyebarkan abu ke seluruh dunia, bahkan mencapai langit London. Selama dua setengah hari, langit terliputi kabut abu sehingga menjadi gelap. Suhu global turun hingga 1,2 derajat Celsius, menyebabkan musim dingin lebih panjang dan iklim yang berubah drastis. Letusan Krakatau dikenal sebagai salah satu peristiwa vulkanik terbesar dalam sejarah, dengan dampak yang terasa hingga bertahun-tahun setelahnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 7 September 2026 pukul 06.06
Letusan Krakatau 1883: Ketika Bencana dari Selat Sunda Menggetarkan Dunia
ANTARA News · 6 September 2026 pukul 12.05
4 bandara ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik Anak Krakatau
Liputan6.com · 6 September 2026 pukul 11.17
Erupsi Anak Krakatau, BMKG Sebut Peluang Muncul Tsunami di Bawah 40 Persen
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 10.10
FOTO: Penampakan Lava Pijar yang Dimuntahkan Gunung Anak Krakatau
Berita terkait
7 Fakta Ilmiah Gunung Krakatau yang Bikin Penghuni Bumi Ketakutan
SINDOnews · 6 September 2026 pukul 13.03
Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.15
Letusan Krakatau 1883 Bikin Langit Eropa dan Amerika Berubah Warna
Detik.com · 5 September 2026 pukul 08.45
Ahli Ungkap Sebab Banjir Bandang di Nepal: Gletser Runtuh, Bendungan Es Jebol
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 12.04