Ahli Ungkap Sebab Banjir Bandang di Nepal: Gletser Runtuh, Bendungan Es Jebol
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Bencana banjir bandang dan tanah longsor di perbatasan Nepal-Tibet pada 26 Agustus 2025 diduga disebabkan oleh runutnya gletser di Pegunungan Himalaya akibat pemanasan global. Menurut Dr. Daryono dari Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI), pemanasan suhu atmosfer menyebabkan es mencair intensif, melemahkan struktur gletser gantung, hingga akhirnya mengakibatkan gletser runtuh dari ketinggian lebih dari satu kilometer. Energi kinetik dari jatuhnya massa es setara dengan gempa bumi magnitudo 5,0-5,2, menghancurkan es menjadi pecahan kecil dan meluluhkan air secara mendadak.
Runtuhan es dan material tanah kemudian menyumbat alur sungai utama, membentuk bendungan alami dari es dan longsoran. Dalam hitungan jam, terbentuk danau sementara di seberang bendungan tersebut, menciptakan tekanan hidrostatik ekstrem. Ketika tekanan melebihi kapasitas penahan, bendungan jebol secara mendadak, memicu gelombang banjir bandang berupa air, lumpur, batu, dan debris yang bergerak dengan kecepatan tinggi.
Gelombang banjir bandang ini menyapu bersih permukiman warga di tepi sungai, merobohkan tanggul, dan menghancurkan jembatan. Dr. Daryono menekankan bahwa minimnya waktu antara pembentukan dan kedatangan gelombang banjir menyulitkan proses evakuasi, sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.39
Ahli Ungkap Pemicu Utama Banjir Bandang Nepal: Gletser Runtuh
ANTARA News · 28 Agustus 2026 pukul 09.45
Lebih dari 1.400 orang hilang akibat banjir bandang di Nepal-China
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 21.15
USGS: Banjir bandang di Nepal dipicu runtuhnya gletser
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.58
Korban Tewas Banjir Bandang Nepal Capai 289 Orang
Berita terkait
Apa Penyebab Banjir Bandang Nepal, Hantam Warga Meski Tak Ada Hujan?
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.50
Nepal Itu Pegunungan, Kok Bisa Dilanda Banjir Bandang Dahsyat? Ini Pemicunya
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 13.25
7 Fakta Baru Banjir Bandang Nepal-Tibet, 165 Tewas-1.000 Orang Hilang
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 13.01
Jumlah Hilang Banjir Bandang Tibet Naik Jadi 558 Orang, 260 Warga Asing
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 10.31