Lima Klaster Budidaya Rumput Laut, Mesin Penggerak Ekonomi Pesisir NTT
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/557605/original/100505bfoto_petani-laut.jpg)
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengembangkan lima klaster budidaya rumput laut untuk mempercepat pembangunan industri komoditas ini secara terintegrasi dari hulu ke hilir. Kelima klaster tersebut meliputi penyediaan bibit unggul, pembangunan kebun bibit, penguatan kapasitas pembudidaya, hingga pengembangan industri pengolahan. Meski rumput laut menjadi komoditas unggulan pendorong ekonomi pesisir, pengembangannya masih terhambat hambatan seperti kelangkaan bibit unggul, serangan ice-ice, penurunan kualitas air akibat perubahan iklim, hingga minimnya penerapan teknologi modern dan CBIB. Di sektor hilir, sebagian besar hasil panen masih dijual kering sehingga nilai tambah lebih banyak dinikmati daerah pengolahan di luar NTT. Tantangan lain meliputi infrastruktur logistik, akses pembiayaan, standarisasi mutu, sertifikasi produk, dan akses pasar ekspor. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov NTT bersama Ditjen Perikanan Budidaya KKP dan mitra mendampingi pembudidaya melalui penyuluh perikanan dengan penerapan CBIB lengkap mulai dari pemilihan lokasi hingga teknik panen dan pascapanen. Pengembangan ini diarahkan sesuai prinsip ekonomi biru agar produksi meningkat tanpa mengorbankan kelestarian ekosistem pesisir dan laut. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan investor diperkuat untuk mendukung inovasi teknologi yang efisien, adaptif iklim, dan berkelanjutan. Dengan strategi ini, NTT menargetkan rumput laut menjadi penggerak ekonomi biru yang meningkatkan daya saing, menciptakan nilai tambah, dan mendukung kesejahteraan warga pesisir.
Bagikan
Berita terkait
RI Raksasa Rumput Laut Tapi Masih Diekspor Mentah, Hilirisasi Mendesak
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 12.18
Viral Sekelompok Siswa SMA di Kupang Keroyok Temannya, 3 Pelajar Diskors
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 05.25
Kekeringan Landa Sikka, Warga Pakai Air Batang Pisang Buat Minum-Mandi
CNN Indonesia · 30 September 2026 pukul 19.43
Dampingi Pemulihan Pascagempa NTT, PNM Peduli Hadirkan Trauma Healing bagi Nasabah
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 15.12