RI Raksasa Rumput Laut Tapi Masih Diekspor Mentah, Hilirisasi Mendesak
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Indonesia memproduksi 25% rumput laut dunia yaitu 200.000 ton per tahun, namun proses pengolahan masih terkonsentrasi di luar negeri sehingga nilai ekonomi tidak optimal. Pengembangan ekonomi biru melalui hilirisasi rumput laut diperlukan untuk meningkatkan produksi, kualitas, serta produk olahan seperti makanan, farmasi, kosmetik, bioteknologi, dan tekstil. ESG Analyst CNBC Indonesia Research, Salma Laiqa menyatakan bahwa hilirisasi dapat memanfaatkan potensi ekonomi biru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 September 2026 pukul 21.00
Produksi Timah Belitung Melonjak, RKAB TINS 3.000 Ton Habis 2,5 Bulan
Berita terkait
Lima Klaster Budidaya Rumput Laut, Mesin Penggerak Ekonomi Pesisir NTT
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 16.43
Sandiaga Uno Dorong Percepatan Program Desa Emas di Kuningan Jabar lewat OVOP
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 11.09
TINS Bidik 20% Hilirisasi Logam di Dalam Negeri hingga Akhir 2026
Warta Ekonomi · 15 September 2026 pukul 22.00
DMO Batu Bara Gerus Profit PTBA Rp 14,5 T Sejak 2018
kumparan · 15 September 2026 pukul 19.45