Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CTO Badan Pengelola Investasi Danantara, Sigit Puji Santosa, menyatakan bahwa Logam Tanah Jarang (LTJ) merupakan mineral yang terlupakan di Indonesia, meskipun Indonesia memiliki potensi besar setelah dilakukan pemetaan. Pada acara Mindialogue 2026, Sigit menjelaskan bahwa sejak 2024 tren global menunjukkan LTJ menjadi komoditas yang sangat eksklusif dan mahal. Sebagai langkah strategis, Danantara bersama Kementerian Diktisaintek dan ESDM akan membangun Direktorat Jenderal Mineral khusus untuk mengelola LTJ, termasuk mengembangkan hilirisasi dari bahan baku hingga pemrosesan menjadi Neodymium-Praseodymium (NDPR) untuk kebutuhan kendaraan listrik. Tantangan terbesar saat ini adalah proses pemisahan LTJ yang membutuhkan teknologi tinggi, namun Danantara mengklaim telah mendapatkan mitra strategis serta akan bekerja sama dengan BRIN dan perguruan tinggi untuk mencapai kemandirian pengelolaan secara nasional. Pengelolaan LTJ nantinya akan dilakukan langsung oleh PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), yang juga mendorong pengembangan industri turunan termasuk industri magnet permanen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 17.01
Prabowo Targetkan Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal pada 2028
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 12.56
Hilirisasi Bauksit Buka Peluang Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia
Berita terkait
Pasar Kendaraan Listrik Kian Berkembang, SKF Siap Perluas Portofolio Aftermarket
JPNN.com · 26 September 2026 pukul 12.59
Shell Yakin Industri Pelumas Tak Akan Hilang di Era Kendaraan Listrik, Ini Alasannya
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 15.21
Persaingan EV Kompetitif, RI Perlu Lakukan Ini Agar Tidak Ketinggalan
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 15.09
Peta Penguasa Logam Tanah Jarang Dunia, di Mana Posisi RI?
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 15.30