Hilirisasi Bauksit Buka Peluang Pengembangan Logam Tanah Jarang di Indonesia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Hilirisasi bauksit di Indonesia berpotensi membuka peluang pengembangan Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Elements (REE). Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan menyatakan bahwa LTJ dapat diekstraksi dari berbagai sumber, termasuk residu bauksit, terak nikel, dan produk samping pengolahan timah. Jika Indonesia mampu memisahkan LTJ dari mineral ikutan secara ekonomis dan efisien, negara ini berpeluang menjadi pengolah LTJ.
Namun, pengembangan LTJ memerlukan dukungan regulasi yang jelas, terutama soal status unsur LTJ sebagai mineral ikutan berkadar rendah. Dany menekankan perlunya ambang batas kandungan yang proporsional untuk membedakan LTJ sebagai mineral utama atau unsur ikutan dalam komoditas ekspor. Kepastian ini penting karena kadar LTJ yang rendah—seperti serium dan lantanum yang bisa mencapai satuan part per million (ppm)—tidak otomatis membuat suatu komoditas layak diekstraksi menjadi produk LTJ.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 08.26
Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan
Berita terkait
Tok! Logam Tanah Jarang sebagai Mineral Ikutan Bisa Diekspor
CNBC Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 12.25
Di Balik Polemik Terhentinya Ekspor Logam Nikel Cs Imbas Kandungan LTJ
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 18.55
Pelaku Usaha Tambang Nikel Cs Berdarah-Darah, Ekspornya Tersandera LTJ
CNBC Indonesia · 31 Juli 2026 pukul 09.15
Danantara Mulai Investasi di Semikonduktor, Ini Pembelinya
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 17.37