LPS Perkuat Literasi Penjaminan Simpanan Lewat Program Desa Berdaya, Dorong Porang Go International
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk mendukung Program Desa Berdaya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Program ini bertujuan mengurangi kemiskinan, meningkatkan ketahanan pangan, dan mengembangkan potensi desa serta ekonomi masyarakat melalui literasi dan inklusi keuangan.
Kegiatan ini menargetkan 100 pelaku UMKM, pelaku usaha ekspor, dan calon eksportir dari lima desa di Lombok Timur, termasuk Desa Kembang Kerang Daye, Lendang Nangka, Sajang Daya Sajung Sembalun, Pesanggrahan, dan Tegal Maja. Lombok Timur dipilih sebagai lokasi pilot karena potensi ekonomi dan komoditas ekspor yang besar, seperti porang yang memiliki peluang pengembangan menjadi produk ekspor.
LPS memberikan edukasi mengenai fungsi dan manfaat penjaminan simpanan serta prinsip 3T (tercatat dalam pembukuan bank, tingkat bunga simpanan tidak melebihi tingkat bunga penjaminan LPS, dan tidak melakukan tindakan merugikan bank). Edukasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang layanan keuangan dan meningkatkan kepercayaan terhadap industri perbankan.
Bagikan
Berita terkait
LPS: Masyarakat belum sepenuhnya tempatkan asuransi sebagai prioritas
ANTARA News · 10 September 2026 pukul 14.51
RI Kalah Jauh dari Singapura soal Asuransi, Ini Buktinya!
Detik.com · 10 September 2026 pukul 12.13
LPS Targetkan Jumlah Pemilik Tabungan Bertambah 2 Juta Per Tahun
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 15.30
Antusias Tinggi, LPS Bakal Gelar Lagi Financial Festival Tahun Depan
CNBC Indonesia · 6 September 2026 pukul 13.54