Luthfi Jadikan Demak-Kabupaten Semarang Role Model Penanganan Stunting
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menjadikan Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang sebagai contoh teladan dalam penanganan stunting. Kedua daerah tersebut berhasil menekan prevalensi stunting hingga mencapai 2%, jauh di bawah rata-rata provinsi. Menurut data triwulan II 2026, prevalensi stunting Jawa Tengah masih sebesar 9,93%, meski tren penurunan terus berlanjut sejak 2024. Namun, masih terdapat disparitas antarwilayah, dengan daerah seperti Wonosobo (18,05%), Purworejo (16,62%), dan Tegal (15,59%) yang angka prevalensinya masih tinggi. Luthfi memerintahkan kepada seluruh daer di Jawa Tengah untuk belajar dari praktik baik Demak dan Semarang, termasuk mengamati, meniru, dan memodifikasi upaya yang telah dilakukan. Penanganan stunting, menurutnya, harus dilakukan secara komprehensif melibatkan seluruh tingkat pemerintahan dari pusat hingga desa. Faktor penyebab stunting meliputi kurang gizi, lingkungan tidak bersih, dan pola hidup tidak sehat. Di tingkat nasional, prevalensi stunting Indonesia saat ini mencapai 19,8%, dengan target penurunan ke 14-15% pada 2029. Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumberdaya Manusia Sekretariat Wakil Presiden Eddy Cahyono Sugiarto menekankan pentingnya komitmen kepala daerah dan sinergi antarinstansi. Penanganan stunting juga akan disinergikan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya untuk ibu hamil, menyusui, dan balita non-PAUD.
Bagikan
Berita terkait
1 Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Solok, Rumah-Kantor Pemerintahan Rusak
Detik.com · 22 September 2026 pukul 19.43
RUU Reforma Agraria Disahkan, KPA Soroti soal Lembaga Penyelenggara
CNN Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.41
Pakai Gas Bumi, Operasional RSUP Dr. Sardjito Lebih Ramah Lingkungan
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.40
Standar Pelayanan Minimum Tol Akan Berubah Total, Ini Bocorannya
CNBC Indonesia · 22 September 2026 pukul 19.40