Mahasiswa Indonesia-Jepang Ubah Limbah Jaring Ikan Jadi Produk Bernilai Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sejumlah mahasiswa Indonesia dan Jepang mengembangkan dua inovasi ekonomi sirkular untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Proyek pertama, bertajuk "A Circular Economy Business for Fishing-Net Waste in Tanimbar," dikembangkan oleh lima mahasiswa untuk mendaur ulang limbah jaring ikan di Kepulauan Tanimbar menjadi jaring ikan ramah lingkungan. Proyek ini bertujuan mengurangi dampak limbah nelayan terhadap ekosistem laut.
Inovasi kedua bernama "Eco-Fuel," dikembangkan oleh lima mahasiswa lainnya, mengubah sampah plastik bernilai ekonomi rendah menjadi bahan bakar cair alternatif melalui proses pirolisis. Solusi ini ditujukan untuk menjawab masalah tingginya biaya bahan bakar pertanian dan keterbatasan pengelolaan sampah plastik.
Kedua proyek dikembangkan melalui Building Entrepreneurial Mindset for Sustainable Technology and Society (BESTS) Program 2026, kolaborasi antara Sampoerna University dan Institute of Science Tokyo, Jepang. Program ini melibatkan perwakilan industri seperti INPEX Masela Ltd. untuk memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam menyelesaikan isu keberlanjutan melalui pembelajaran lintas negara dan disiplin ilmu.
Bagikan
Berita terkait
Pertamina Gandeng Warga Lapas Bantul Sulap Sampah Plastik Jadi Perabot
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 14.01
Pemerintah Serius Lirik Sampah jadi Bahan BBM, Sudah Urusi Peraturan
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 23.27
Sampah Plastik Bisa Jadi BBM di RI, Bisa Lebih Bagus dari Biosolar!
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.45
Sampah Plastik Bisa Jadi BBM Terbarukan di RI, ESDM Buka Suara
CNBC Indonesia · 9 September 2026 pukul 14.40