Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Main Media Sosial Terlalu Dini, Apakah Anak Lebih Rentan Mengalami Kecemasan?

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak dan remaja. Namun, penggunaan media sosial pada usia dini yang berlebihan menimbulkan risiko bagi kesehatan mental anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memperingatkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat menyebabkan perasaan terisolasi, kecemasan, depresi, hingga fenomena fear of missing out (FOMO). Paparan terhadap standar semu di media sosial, seperti penampilan fisik yang disunting dan pencapaian luar biasa, dapat menggerogoti rasa percaya diri anak yang masih dalam tahap pencarian jati diri.

Studi terbaru menunjukkan bahwa anak yang membuat akun media sosial di awal sekolah menengah berisiko mengalami penurunan prestasi belajar hingga setara dengan 6 bulan. Peneliti juga mengungkap adanya 'mismatch' evolusioner antara cara kerja otak purba dan tekanan dunia modern, termasuk media sosial. Laporan Academy of Medical Royal Colleges menyatakan bahwa media sosial sebahaya rokok bagi kesehatan mental anak, sehingga Inggrish pertimbangkan larangan akses di bawah 16 tahun. Psikolog klinis menjelaskan bahwa remaja dan Generasi Alpha sangat terikat dengan media sosial akibat pencarian identitas dan pelepasan dopamin.

Kemenkes RI menekankan pentingnya pendampingan orang tua yang tidak hanya melarang, tetapi juga membangun ekosistem digital yang sehat di rumah. Orang tua perlu memantau perubahan perilaku signifikan pada anak, seperti isolasi, perubahan pola tidur, atau penurunan prestasi sekolah. Jika gejala-gejola ini muncul, konsultasi dengan tenaga kesehatan atau profesional kesehatan mental disarankan. Penilaian dampak media sosial harus mencakup kualitas pengalaman, bukan hanya durasi penggunaan. Dengan kebiasaan digital yang sehat dan pendampingan yang tepat, kesehatan mental anak dapat tetap terjaga di tengah perkembangan teknologi yang pesat.

Berita terkait