Waspada! Misinformasi Sasar Anak Lewat AI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artificial Intelligence (AI) kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, bahkan menembus penggunaan anak-anak muda. Roni Satria, wartawan dan Founder YouAI, menjelaskan bahwa banyak fitur di media sosial saat ini sudah mengandalkan AI, sehingga anak-anak secara sadar maupun tidak sadar terpapar dan terlibat dengan teknologi ini. Hal ini menciptakan ketergantungan yang mendalam sejak dini.
Sani Budiantini, Psikolog Ibu dan Anak, menekankan bahwa penggunaan gawai oleh anak justru seringkali memicu konflik dengan orang tuanya. Pembatasan waktu yang ketat justru dapat memicu rasa ingin tahu yang lebih besar pada generasi Gen Alpha yang dikenal memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Jika dilarang, justru semakin ingin mengeksplorasi sendiri.
Karena AI semakin menguasai interaksi anak, orang tua perlu waspada terhadap risiko penyebaran misinformasi yang bisa saja menyentuh anak. Langkah penting yang bisa diambil adalah edukasi digital yang konsisten, pembatasan yang bijak, dan komunikasi terbuka agar anak mampu membedakan informasi benar dan salah di dunia digital yang kini semakin kompleks.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 21.06
Bappisus Minta Warga Tak Asal Percaya Info di Medsos, Bicara AI-Deepfake
Berita terkait
Anak Lebih Suka Curhat ke AI, Orang Tua Harus Bagaimana?
Detik.com · 30 September 2026 pukul 22.10
ChatGPT Sudah Jaga-jaga Kalau Remaja Tanya Hal Sensitif
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 07.45
Pengusaha Kaya Harta Rp 57 Triliun Pakai Kaos Bekas Harga Segini
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 16.40
Siswa di Jaktim Edit Foto Siswi Jadi Vulgar, KPAI Wanti-wanti Hal Ini
Detik.com · 26 September 2026 pukul 07.06