Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Makanan MBG di Karo Terkontaminasi Bakteri, Dokter Jelaskan Pemicu Keracunan Hingga Gangguan Otak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, menjadi sorotan setelah sejumlah siswa dilaporkan mengalami keracunan makanan. Salah satu korban, seorang siswi berusia 16 tahun, mengalami gangguan ingatan hingga tidak mengenali guru dan teman sekelasnya. Hasil pemeriksaan UPTD Laboratorium Kesehatan Sumatra Utara pada 16 Agustus 2026 menunjukkan tiga jenis bakteri ditemukan pada makanan yang disajikan di sekolah: Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli (E. coli). Bakteri Staphylococcus aureus juga terdeteksi pada sampel muntahan salah satu korban.

Dokter Umum FKUI Edukasi Kesehatan Adam Prabata menjelaskan bahwa Bacillus cereus umumnya ditemukan pada makanan seperti nasi, terutama nasi goreng yang dibiarkan lama di suhu ruangan. Toksin dari bakteri ini, dikenal sebagai cereulide, dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, diare, dan keram perut. Pada kasus berat, dapat menyebabkan gagal ginjal, gagal hati, hingga ensefalopati (gangguan otak). Staphylococcus aureus, yang umum ditemukan pada kulit dan tangan manusia, dapat menghasilkan toksin Staphylococcal enterotoxin jika masuk ke dalam makanan dan dibiarkan lama. Gejalanya meliputi mual, muntah, diare, dan demam.

E. coli, meskipun merupakan bakteri normal pada saluran pencernaan manusia, menjadi indikator kontaminasi jika ditemukan pada makanan. Dr. Tan Shot Yen, ahli gizi, menambahkan bahwa bakteri lain seperti Clostridium botulinum juga berbahaya jika ditemukan pada makanan, terutama pada produk kalengan yang tidak steril. Makanan seperti sayuran, buah kalengan, daging, dan ikan kalengan yang tidak diolah dengan benar berpotensi tinggi mengandung bakteri berbahaya ini. Hal ini menjadi peringatan penting mengenai pentingnya higiene dan pengolahan makanan yang benar dalam program MBG.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait