Malapetaka Guncang Amerika, Krisis Lebih Besar dari Covid-19
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Para pengusaha di Amerika Serikat mengaku sedang menghadapi krisis yang lebih besar dari dampak pandemi Covid-19. Menurut laporan CNBC Indonesia, sejumlah CEO seperti Jeff Vojta dari Dilworth Coffee mengungkapkan berulang kali menghadapi gangguan yang belum pernah terjadi sebelumnya, mulai dari lonjakan harga kopi akibat buruknya panen di Brasil hingga dampak kebijakan tarif global dan konflik geopolitik seperti perang dengan Iran serta fenomena iklim seperti Super El Niño. Situasi ini menyebabkan gangguan pengiriman, kelangkaan kontainer, dan kenaikan biaya logistik yang signifikan. Survei Institute for Supply Management (ISM) membandingkan kondisi saat ini dengan masa pandemi, bahkan menilainya lebih buruk karena volatilitas ekstrem dan ketidakpastian yang berkepanjangan. Inflasi inti juga mencatatkan kenaikan terbesar sejak April, dipicu oleh kenaikan harga energi dan biaya jasa yang sulit turun kembali. Para pelaku usaha, terutama dari sektor kecil, merasa tertekan dan membutuhkan kepastian agar dapat merencanakan strategi di tengah kondisi yang tidak stabil.
Bagikan
Berita terkait
Geger DPR AS Jegal Trump, Biaya Perang Iran Tembus Rp 668 T
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 19.59
The Fed Naikkan Suku Bunga ke 4% akibat Inflasi Perang Iran
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 12.01
Perang Iran Bikin AS Rogoh Rp 671 T, Bakal Nambah Rp 53 T Per Bulan
Detik.com · 16 September 2026 pukul 15.25
Perang Iran Tekan Keuangan AS, Kuras Anggaran Militer Rp670 Triliun
SINDOnews · 16 September 2026 pukul 08.02