Malaysia Kecam Upaya Israel Pindahkan Paksa Rakyat Palestina dari Gaza
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Malaysia secara tegas menolak upaya Israel untuk memindahkan secara paksa rakyat Palestina dari Jalur Gaza dan Tepi Barat. Melalui pernyataan Kementerian Luar Negeri, Malaysia menilai tindakan seperti pembunuhan, ancaman, penghancuran harta benda, dan pemindahan paksa sebagai pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta norma global. Malaysia menegaskan Jalur Gaza merupakan bagian dari Wilayah Palestina yang Didudungi, dan segala upaya mengubah struktur demografi harus ditolak. Pemerintah juga menyerukan Dewan Keamanan UN untuk mengambil langkah nyata menghentikan pelanggaran dan memberikan perlindungan pada rakyat Palestina. Sementara itu, Kemenkes Gaza mencatat 5 warga Palestina tewas dalam 24 jam akibat serangan Israel, meningkatkan korban total menjadi 73.000 sejak Oktober 2023.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 10 September 2026 pukul 05.21
Israel Ngaku Tak Akan Usir Siapa Pun dari Gaza
ANTARA News · 8 September 2026 pukul 17.49
Liga Arab desak perlindungan warga Palestina, tolak pengungsian paksa
VOI · 8 September 2026 pukul 17.00
Liga Arab Serukan Perlindungan Segera Bagi Warga Palestina dan Tolak Pengusiran Paksa
VOI · 8 September 2026 pukul 16.15
Militer Israel Diperintahkan Bersiap untuk Perang Total Melawan Otoritas Palestina
Berita terkait
HNW Desak Masyarakat Internasional Hentikan Genosida dan Sanksi Israel
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 21.15
Larangan Inggris atas Impor Barang dari Permukiman Israel Patut Diapresiasi
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.24
Indonesia dan 7 Negara Islam Dukung Pembatasan Perdagangan dengan Permukiman Ilegal Israel
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 12.18
Israel Didesak Jalankan Peta Jalan Perdamaian Gaza-Palestina
Media Indonesia · 8 September 2026 pukul 18.05