Manfaat Green Energy Buat RI: 1,9 Juta Lapangan Kerja-Sumbang 11% PDB
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi (Persero) Yudistian Yunis menyatakan bahwa aktivasi energi hijau, termasuk energi panas bumi, dapat memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Investasi hijau yang dibutuhkan diperkirakan mencapai US$45 miliar hingga US$60 miliar (Rp804,9 triliun hingga Rp1.073 triliun), yang terdiri dari sisi penyediaan energi terbarukan dan pengembangan industri hijau. Investasi tersebut diproyeksikan dapat menambah potensi Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 6 hingga 11 persen.
Pengembangan industri hijau juga diperkirakan dapat membuka 1,8 hingga 1,9 juta lapangan kerja hijau pada 2030. Permintaan listrik industri hijau diproyeksikan meningkat 3,5 hingga 6,3 kali lipat pada 2026-2034, didorong oleh standar ESG dan akses pasar ekspor. Produk hijau ekspor, seperti kerajinan, furniture, dan garment, diperkirakan akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan lapangan kerja.
Selain itu, energi hijau dapat mengurangi emisi CO2 setara dengan 151 juta ton. Untuk mendanai proyek energi panas bumi, Geo Dipa Energi merencanakan penerbitan obligasi pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan dukungan dari investor di Eropa dan Jepang. Dalam 10 tahun ke depan, perusahaan menargetkan membangun kapasitas energi panas bumi hingga 1 gigawatt.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 5 Oktober 2026 pukul 12.15
Tak Hanya Digital, Pemerintah Andalkan Energi Hijau Pacu Ekonomi
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 20.15
Ekonomi Vietnam Lari Kencang, Meroket 9,95% di Kuartal III 2026
Berita terkait
APINDO Minta RUU Ketenagakerjaan Buka 2 Juta Kerja Formal per Tahun
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.12
APINDO Cemas RUU Ketenagakerjaan Bisa Ancam Lapangan Kerja
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 08.30
Industropolis Batang Gandeng Hangzhou, Bidik Investasi Tiongkok dan Industri Hijau
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 19.19
RI Tiru Cara Korsel Jadi Negara Maju, Tetapkan Sektor Prioritas
CNN Indonesia · 25 September 2026 pukul 04.45