Tak Hanya Digital, Pemerintah Andalkan Energi Hijau Pacu Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5459767/original/052734300_1767173469-publikasi_1767166092_6954d08c6d721.jpeg)
Pemerintah Indonesia menerapkan strategi 'twin engine' melalui transisi energi hijau dan pengembangan ekosistem digital untuk memacu pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027 memerlukan investasi nasional sebesar Rp2.218 triliun hingga Rp2.258 triliun. Untuk mendukung hal ini, pemerintah menargetkan kapasitas pembangkit energi terbarukan mencapai 100 GW peak dan pembangunan jaringan transmisi sepanjang 47.758 km-sirkuit guna memenuhi kebutuhan listrik 700–800 TWh pada 2030.
Strategi ini mengoptimalkan hilirisasi mineral strategis seperti nikel dan tembaga, terutama untuk ekosistem kendaraan listrik yang diprediksi meningkatkan nilai tambah hingga 67 kali lipat. Pemerintah juga memperluas program Listrik Desa ke 4.390 lokasi pada 2026 untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di atas 99%. Pendanaan didukung melalui instrumen green bonds, JETP, dan AZEC, serta penguatan SDM melalui program vokasi dan magang untuk mencapai target net zero emission.
Bagikan
Berita terkait
Video: Gali Potensi Mineral Kritis dan EBT, RI Incar Investor Teknologi
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 17.00
Energi dari Olahan Sampah Didorong Jadi Alternatif Batu Bara dan Gas
Liputan6.com · 4 Oktober 2026 pukul 14.53
Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 21.00
Bahlil Diangkat Jadi Menko, Geo Dipa Punya Harapan Baru Percepat Transisi Energi
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 15.00