Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Mantan Profesor Cambridge Meninggal Usai Diterpa Tuduhan Plagiarisme, PM Inggris Minta Tak Buru-buru Menghakimi

Mantan profesor University of Cambridge Jason Arday, 41 tahun, ditemukan meninggal di London selatan pada Jumat. Polisi menyatakan kematiannya sebagai kejadian tak terduga, tetapi tidak mencurigakan. Arday mengundurkan diri dari Cambridge pada 5 Agustus setelah berminggu-minggu diterpa tuduhan plagiarisme, pertanyaan soal kualifikasi akademik, serta klaim prestasi olahraga dan penggalangan dana. Ia menjadi profesor kulit hitam termuda di Cambridge pada 2023 dan menjabat sebagai profesor sosiologi pendidikan.

Keluarganya mengatakan Arday mengalami kampanye pelecehan dan perlakuan buruk yang terus-menerus. Seorang teman menyebut Arday mengirim pesan suara pada Jumat bahwa ia merasa tidak sanggup melanjutkan. Sorotan bermula setelah Nathan Cofnas mempertanyakan kualifikasinya. Media Inggris melaporkan lebih dari 100 bagian tesis doktoralnya tahun 2015 identik atau hampir identik dengan makalah peneliti lain. Arday membantah plagiarisme, tetapi mengakui ada sejumlah kesalahan. Klaimnya mengumpulkan dana amal 5,5 juta pound sterling kemudian direvisi. Cambridge awalnya menyatakan tuduhan telah diselidiki Liverpool John Moores University, kemudian membuka penyelidikan sendiri dan akan meninjau proses perekrutan staf senior.

Perdana Menteri Andy Burnham meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan merenungkan bagaimana semua ini bisa terjadi. Setelah kematian Arday, sebagian pihak menilai ia menjadi korban perburuan media dan rasisme, sementara pihak lain mempertanyakan keputusan Cambridge mengangkatnya ke posisi yang menonjol.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait