Marinir AS Diduga Bunuh Wanita di Okinawa, PM Jepang Marah!
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengecam keras dugaan pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 39 tahun di Naha, Okinawa, yang diduga dilakukan oleh seorang personel Marinir Amerika Serikat. Takaichi menyebut kejadian ini sebagai 'kejahatan keji' dan telah melayangkan protes keras kepada pemerintah AS, mendesak kerja sama penuh dalam penyelidikan serta penegakan disiplin yang ketat terhadap personel militer AS. Kasus ini menjadi bagian dari serangkaian kejahatan yang dilakukan personel militer AS di Jepang, terutama di Okinawa yang menampung sekitar 70 persen fasilitas militer AS. Pemerintah Jepang juga memastikan kerja sama dengan AS untuk mencegah kasus serupa terulang dan mengurangi beban warga setempat. Sekitar 100 orang warga protes di Naha pada Minggu (4/10) terkait dugaan pembunuhan ini. Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Jepang memanggil para pejabat senior AS untuk menyampaikan 'kekecewaan mendalam'.
Bagikan
Berita terkait
Marinir AS Ditangkap Diduga Bunuh dan Rampok Wanita di Hotel Jepang
Detik.com · 4 Oktober 2026 pukul 13.46
Jepang Tegaskan Sanksi AS terhadap Ketua ICC Tak Sejalan dengan Sikap Tokyo
VOI · 26 Agustus 2026 pukul 12.55
Imbas Temuan 3 Kontainer di Lapas Cibinong, Pembebasan Bersyarat Indra Kenz Dicabut
JawaPos · 5 Oktober 2026 pukul 16.45
Sarmuji Jadi Menperin, Kursi Ketua Fraksi Golkar di DPR Tunggu Keputusan Bahlil
kumparan · 5 Oktober 2026 pukul 16.44